Wikipedia

Search results

Monday, October 5, 2020

Puisi Tema Cinta

 

BERHENTI

Karya : Harvina Putri

 

Perihal kedekatan kita

Rasanya tidak begitu lama

Namun mengapa sudah memberi banyak luka?

Tak bisa kah kau beri bahagia meski hanya sedikit saja?

 

Ah, ilusi ku berantakan tak karuan

Sudah jelas kau hanya datang tanpa kepastian

Sudah jelas kau hanya datang demi sebuah kesenangan

Lantas mengapa aku selalu mengharapkan kebahagiaan

 

Saat jemari ku ingin menggenggam, engkau hempaskan

Saat kaki ku ingin berlari, engkau jatuhkan

Saat mataku ingin menatapmu, engkau paksa butakan

Saat aku ingin di hidupmu, engkau tega hancurkan

 

Salah apa aku padamu?

Tak cukupkah aku selama ini di hidupmu?

Haruskan ku bersimpuh di hadapanmu?

Dan memohon agar kau bahagia bersamaku

 

Tidak, aku tidak serendah itu

Aku terlalu berambisi atas dirimu

Sedangkan kamu hanya bersorai diatas sendu

Maaf, namun aku harus berhenti demi bahagia ku

Nganjuk, 11 Juli 2020

Sunday, June 7, 2020

CERPEN

Bukan Cinta Biasa



    Hari senin yang sangat cerah. Setelah anak-anak selesai melaksanakan upacara bendera, mereka semua menuju kelasnya masing-masing untuk belajar di kelasnya. Hari ini ada empat mata pelajaran yakni matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.

    Namaku Diba remaja berusia 15 tahun yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Aku seorang remaja yang pendiam dan pemalu . Kata teman-temanku, aku murid yang cukup pintar di sekolah . Aku juga menjadi primadona di kelas karena tubuhku yang tinggi dan warna kulitku yang putih, aku bahagia sekarang meskipun aku hanya tinggal bersama nenekku di desa karena ibuku bekerja di kota untuk menghidupi kami.
    
    Mata pelajaran yang pertama adalah matematika.  Bu Titi menyuruh untuk mengerjakan halaman 7 sampai 8. Suasana di dalam kelas nampak hening ketika aku dan teman-temanku sedang mengerjakan soal yang diberikan oleh Bu Titi . Aku sangat menyukai pelajaran matematika Setelah selesai,

“anak-anak tolong pelajari  materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu 
akan diadakan tes dadakan setelah melaksanakan proses belajar di sekolah.” pesan Bu Titi kepada murid-muridnya.

”Yahhh bu,” keluh Lisa (salah satu temanku).
“sudah! Sekarang kalian boleh pulang kerumah kalian masing-masing”, perintah bu Titi.

Aku dan lisa pulang bersama, kita naik sepeda berjejer melewati pinggir sungai dan sawah.

“Diba kamu tahu nggak tadi ada anak baru lucu banget hahaha”, cerita lisa sambil  tertawa.
 
”He iya hhahahha aku juga lihat lis,” sahut ku.
 
Aku memang anak yang pendiam namun berbeda saat sudah bersama Lisa, aku menjadi sosok  anak yang periang.

“Setelah makan siang nanti kita bermain bersama ya? Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ayahku dari Bandung.” Pinta Lisa saat akan berpisah dengan ku.

Setelah sampai di rumah, aku berganti baju dan makan. Namun ada yang berbeda tubuhku ketika aku makan siang.

“Badanku  kok panas nek, kepalaku  juga pusing” keluhku kepada neneknya.

"Mungkin Kamu kecapean ndok, wes sana Istirahat,”(artinya sudah sana istirahat), pinta nenek Diba.

“iya nek”, turut aku

Akupun mengurungkan niatnya untuk pergi bermain bersama Lisa karna memang badanku sangat panas.
 
 
Sore hari setelah memutuskan tidur selama 2 jam, saat bangun tiba-tiba tubuhku terasa kaku, susah untuk digerakkan, bahkan susah untuk bicara, mulutku kelu.

”hhhhhhhhhhhhh nekk,” rintihan dan tangisku bercampur memanggil nenek.

“iya ndok” (ndok sebutan anak perempuan di jawa timur), nenek Diba kaget saat mengetahui kondisi tubuhku yang tidak bisa digerakkan,

”Kamu kenapa Nduk”, tanya nenek khawatir.

“emmmmmmmm", aku berusaha untuk membuka mulut dan bicara, namun sia-sia, hanya air mata yang keluar dari bola matanya.


    Setelah beberapa saat aku sudah dibawa ke rumah sakit, aku didiaknosis menderita penyakit kifosis. Penyakit yang sangat langka dan sulit disembuhkan. Kifosis (kyphosis) adalah kelainan di lengkungan tulang belakang yang membuat punggung bagian atas terlihat membulat atau bengkok tidak normal. Setiap orang memiliki tulang belakang yang melengkung, pada kisaran 25 sampai 45 derajat. Akan tetapi pada penderita kifosis, kelengkungan tulang belakang bisa mencapai 50 derajat atau lebih. 

Kondisi tersebut membuat orang menjadi bungkuk. Pada umumnya, kifosis hanya menimbulkan sedikit masalah dan tidak perlu ditangani. Akan tetapi pada kasus yang parah, kifosis dapat menyebabkan nyeri, serta gangguan pernapasan. Kondisi tersebut perlu ditangani dengan prosedur bedah.
Tidak terasa tiga tahun sudah aku menderita kifosis. Aku kehilangan segalanya, temanku meninggalkan aku. Pendidikan Sudah tak terpikirkan, aku sudah lama putus sekolah, aku putus asa dengan diriku sendiri. Hidupku hanya tentang rasa sakit, sendiri, sepi, malu karna aku hidupku hanya tentang rasa sakit, sendiri, sepi, dan malu karena aku merasa berbeda. Tubuhku bungkuk dan dadaku sesak meskipun sudah banyak perubahan selama 3 tahun terakhir ini. Aku tetap mengurung diri di kamar.

“Ya Allah kenapa Kau beri aku sakit seperti ini? Kenapa aku berbeda?”, Keluhku

    Sampai suatu ketika aku bertemu dengan sesorang yang sangat baik hati yang dapat merubah pola pikirku menggembalikan semangat hidupku. Namanya Bu Empi, aku biasa memanggilnya mamah. Mamah sangat baik padaku, sangat menyayanggiku. Yah aku rasa mamah mengantikam sosok ibu yang telah lama pudar. Ibu kandungku sudah lama di kota bekerja untuk kesembuhanku. Mamah selalu ada, mamah mendampingi aku setiap saat.

“Mah aku pengen sekolah”, pintaku manja kepada mamah.

”Iya sayang sekolah di sekolah an nya mamah ya”, jawab mamah (mamah adalah kepala sekolah SMA swasta di kota). Aku sangat bahagia mendenggar tawaran mamah.

“Iya mah aku mau”,respons aku dengan cepat. Namun, seketika mimik wajahku berubah sedih,

”Diba kenapa”, tanya mamah.

“Aku malu mah”, jawab aku.

“Tidak apa sayang, semua akan menerima kamu disana, pelan-pelan kamu harus belajar menumbukan 
rasa percaya diri, kamu cantik, kamu baik!”, mamah menyemanggatiku. 

    Aku terharu dan bangga melihat kasih sayang dan cinta mamah yang begitu besar kepadaku. Hari ini matahari kembali bersinar cerah, bersamaan dengan kembalinya kebahagian semangat dan cinta. Aku kembali merasakan cinta yang luar biasa, cinta dari mamah. Bukan cinta biasa, aku menyanggi Mamah.
 
 
 
 
 
 
Penulis Cerpen              : Dewi Titik sholikhah
Instagram                      : @sholikhah.dewi
Email                            : dewititik12@gmail.com


DIBALIK HATI CENDELA

  DIBALIK HATI CENDELA Karya : Prayoga Vicky Gusniawan   Ketika mentari pagi dari kisi menyubit mataku, Membangunkanku dari ikatan m...