DIBALIK
HATI CENDELA
Karya
: Prayoga Vicky Gusniawan
Ketika
mentari pagi dari kisi menyubit mataku,
Membangunkanku
dari ikatan mimpi yang fana itu
Dunia
terasa berhenti beberapa saat, Begitu pula mataku tak berkedip sekali pun
Oh
sinar apa ini? Aku terbawa bayangan indah dirimu
Jengkelpun
di hati juga membara, mengapa engkau membangunkanku dengan silau itu?
Kasih,
jika engkau memang wujud ada di dalam dunia ini
Mengapa
kau tak langsung menemuiku? Mengapa hanya hadir didalam mimpiku dan selalu
membangunkanku dari balik cendela itu?
Nampaknya
ada sesuatu pagar penghadang yang selalu setia memisahkan pertemuan kita
Begitupula
cendela kamar itu, sulit sekali dibuka
Niat
ku selepas bangun tidur lantas membukanya
namun
mata ini masih tak kuat untuk melihat gemboknya,
adapun
suatu dorongan dari luar-dalam yang menyulitkanku
Kasih,
kasih taulah aku cara membukanya
Mengapa
engkau selalu tersenyum, melihat tingkahku
Kaki
ku sampai dikepala, sedangkan kepala ku sampai di kaki, mengapa semakin aku
memaksa semakin aku kesulitan juga
Kasih,
kasih taulah aku, permintaanku selalu sama
Niatku
juga sama ingin membukanya
Sinar
itu redup seiring berputarnya jarum jam
Gelap
gulita lagi kamar ini
Rintihan
rindu selalu ku panjatkan
Sembari
menunggu, mata ini tiba-tiba berat dan terlelaplah, bertemu fana mu kembali,
dan sinar dari kisi itu
Sudah
berabad kulalui dengan hal yang serupa
Namun
mengapa engkau tetap sama
Suatu
saat aku memiliki ide cemerlang
Aku
yakin usahaku ini akan menghasilkan buah segarnya
Aku
ingin mendobrak, bar bar, ku sudah tidak sabar
Dan
agar bergegas menemuimu
Namun,
beribu tenaga kuda tetap tak bisa membuka
Putuslah
asaku sebenarnya, hingga aku pingsan karena terlelah
Ada
sinar terang yang membisikan ku dari pojok kamar yang gelap
Memberitahu
cara membukanya
Pertama,
berusahalah mencari kuncinya lalu bukalah gemboknya
Ya
Tuhan sesimpel itukah? Mengapa aku menganiaya diriku berabad-abad tahun ini
No comments:
Post a Comment