YA ALLAH APABILA AKU JATUH CINTA
By : Prayoga Vicky Gusniawan
Pada dasarnya banyak yang mencoba menjelaskan sebuah makna cinta sesungguhanya, dimulai dari orang awam hingga para ahli maupun filosof. Secara Entimologi, Cinta merupakan perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Bisa dikatakan bahwa cinta sangat berhubungan erat dengan suatu perasaan seseorang. Namun, kebanyakan orang tidak dapat menjelaskan secara utuh definisi cinta tersebut, hanya mampu menjelaskan suatu gejala-gejalanya saja. Sesuai yang ada didalam buku The Art of Loving karya Erich Fromm, beliau menyatakan bahwa ada empat gejala seseorang itu sedang cinta yaitu care, responsibility, respect, knowledge yang muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Merupakan suatu omong besar ketika ada orang yang mengaku mencintai kepada seseorang akan tetapi mengajaknya dalam jurang kemaksiatan karena hal tersebut menyeleweng dari gejela-gejala dan peraturan. Cinta datang sering kali berbeda pandang, ada yang cinta karena nafsu, ada yang cinta karena balas budi, maupun ada yang cinta karena ketulusan dalam konteks kita sebagai seorang muslim yaitu cinta karena Allah semata. Pada kesempatan ini penulis akan membawa pembaca untuk menengok suatu bahasan mengenai cinta karena Allah dengan merefleksikan ringkasan sejarah cinta yang pernah dialami oleh Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah. “Ya Allah Apabila Aku Jatuh Cinta” maka kisah dibawah ini yang perlu pembaca pahami.
Siapa yang tidak kenal dengan Sayyidina Ali, beliau merupakan khalifah keempat pada tahun 656 sampai 661. Beliau juga termasuk tokoh maupun pejuang islam di eranya dan salah satu sahabat utama Nabi. Pernikahannya dengan Fatimah az-Zahra juga menjadikannya sebagai menantu Nabi Muhammad. Di dalam pernikahannya ataupun di balik perjuangan cintanya terdapat suatu hikmah pelajaran “cinta” yang sederhana sekaligus sangat luar biasa yang dapat kita petik untuk pelajaran hidup ini. Sayyidah Fatimah merupakan puteri kesayangan dari Nabi Muhammad, beliau merupakan sosok yang cantik parasnya, berani, santun, sederhana, dan sholehah. Akhlak mulia yang mengagumkan tersebut tersentak membuat Sayyidina Ali terpana namun tidak mengetahui apakah perasaan tersebut bisa dibilang dengan istilah “cinta”.
Dalam doanya beliau bermunajat,
“ Ya Allah Engkau tahu, hati ini terikat suka akan indahnya seorang insan ciptaan-Mu. Tapi aku takut cinta yang belum waktunya menjadi penghalangku mencium syurga-Mu. Berikanlah aku kekuatan menjaga cinta ini, sampai tiba waktunya. Andaikan Engkau mempertemukanku dengannya kelak. Berikanlah aku kekuatan untuk melupakan sejenak. Bukan karena aku tidak mencintainya, akan tetapi aku sangat mencintainya.”
Pada suatu saat perasaannya semakin terlihat ketika sayyidah Fatimah dilamar oleh sahabatnya sekaligus orang terdekat Nabi yaitu Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu seorang lelaki yang tidak diragukan lagi iman dan akhlaknya. Beliau merasa jauh dibawah Abu bakr ketika membanding-bandingkan akhlak dan peran dalam kemaslahatan bersama terutama kaum muslimin. Dari segi finansial juga Abu Bark terlihat lebih bisa membahagiakan Sayyidah Fatimah. Karena Sayyidina Ali tergolong seorang yang miskin lagi pula dari keluarga miskin. Bahkan dalam suatu cerita upah atau penghasilan beliau untuk sehari terkadang cukup dibuat makan 3 hari dan terkadang untuk 3 hari kerja hanya cukup untuk sehari. Tidak menentu. Dalam hatinya berkata, “Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Beliau mulai mengikhlaskannya. Singkat cerita, tumbuh subur kembali cintanya ketika mendengar bahwa lamaran Abu Bark ditolak dan sayyidina Ali terus berusaha untuk memantaskan dirinya.
Ujian cinta tersebut belum berakhir, selepas itu datanglah sahabat Nabi yang memiliki kedudukan tinggi dihadapan Nabi. Yaitu Umar ibn Al Khaththab seorang lelaki berani yang berpengaruh terhadap perjuangan islam kala itu. Lagi-lagi Sayyidina Ali kembali dirundung derita cinta yang menyakitkan dan kembali mempertimbangkan serta membanding-bandingkan dengan sahabat Umar. Menurutnya Sayyidina Umar lebih baik daripadanya. Sayyidina Ali pun hanya bisa bertawakal kepada Allah dan harus benar-benar mengikhlaskan kembali yang kedua kalinya. Beliau tetap yakin bahwasannya Allah SWT Maha Adil, pasti Allah akan mempersiapkan pendamping hidupnya. Dalam lubuk hatinya beliau berkata kembali, “Aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah diatas cintaku.” Sungguh tidak diduga, ternyata lamarkan dari sayyidina Umar juga ditolak dan pada akhirnya Sayyidina Ali memberanikan diri dengan didukung dorongan keyakinan kedua sahabatnya yang sebelumnya ditolak lamarannya yaitu Abu Bakr dan Umar, sungguh solidaritas persahabatan mereka menjulang tinggi melebihi rasa ingin memilikinya dan Sayyidina Ali dapat menyampaikan maksud kepada Rosulullah untuk melamar puterinya walaupun dalam keadaan tidak memiliki apa-apa hanya saja mempunyai satu set baju besi ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Singkat cerita Rosulullah menerima lamarannya karena akhlak mulia, kesederhanaanya dan sangat meyakini bahwa Allah Maha Kaya atas segalanya.
Kesederhanaan pernikahannya pula sangat patut kita contoh, bahkan dalam suatu cerita Rosulullah hanya menyiapkan baju pernikahan Sayyidah Fatimah dengan terdapat 12 tambal padahal Rosul bisa memberikan lebih. Karena nabi tidak mengajarkan puterinya untuk bermewah-mewahahan dengan berpakaian. Mungkin bertolak belakang dengan sikap manusia sekarang yang justru cenderung meninggikan gengsinya dengan cara apapun untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam ceramahnya Buya Yahya mewejang, “Orang yang aneh apabila mengaku cinta kepada Nabi namun dengan gaya hidup gengsi jika saja baju dan makanannya saja tidak sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad.” Sindiran tersebut tentunya harus menjadi pukulan keras bagi kita semua untuk selalu bergaya hidup sederhana tidak mewa-mewahan.
Sebagai seorang muslim tentu kita harus mencontoh akhlak mulia dari para tokoh diatas ketika sedang jatuh cinta. Harus mampu mengendalikan cinta yang asalnya dari nafsu semata. Kisah cinta sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah mengajarkan kita semua akan kesederhanaan, keberanian, dan keikhlasan dalam Cinta. Dan tentunya Tawakal kepada Allah merupakan langkah yang tepat ketika sedang dirundung cinta insan. Kebanyakan pemuda sekarang salah dalam pengaplikasian cintanya, wajar apabila terjadi banyak kasus tentang cinta, seperti perkelahian, cekcok, atau bahkan berani membunuh orang atau bunuh dirinya sendiri hanya karena cinta yang tidak jelas, tidak pasti! Menghindari cinta yang salah dan berusaha memantaskan diri untuk menjadi seorang yang tepat, tidak perlu mengikat anak orang dengan janji manis mulut saja tetapi nyatanya “BIG ZERO” itulah baru yang dinamakan “PEMUDA SEJATI” bak Sayyidina Ali.
Cinta sejati tidak akan membiarkan kekasihnya terjerumus dalam lingkaran dosa, apabila hal itu terjadi, sangat perlu dipertanyakan kembali! Apakah cinta dengan ketulusan atau hanya nafsu bulus?
-KETIKA ENGKAU SEDANG DIRUNDUNG DERITA CINTA INSAN YANG SEMAKIN MENDALAM, ALLAH LAH TEMPAT YANG TEPAT UNTUK BERTAWAKAL -

Indahnya cerita cinta manis dan romantis...hehehe
ReplyDeletesemoga terinspirasi sahabat
DeleteIzin save, share lagi,sangat bagus 🥺
ReplyDeleteiya monggo sahabati hehe
DeleteMantep pakk
ReplyDeleteterimakasih sahabat semoga bermanfaat
DeleteBagus 👍
ReplyDeleteterimakasih sahabati semoga bermanfaat
Deletegood inspiration hehee :)
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i semoga bermanfaat
DeleteBagus Mas prayoga , menginspirasi para wanita cerita cinta yang sangat romantis
ReplyDeleteterimakasih sahabati semoga bermanfaat hehe
Deletebagus banget kak. Semangat nulis lagi!!
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i semoga bermanfaat
DeleteBagus min isinya, koreksi dari segi penulisan aja masih banyak typo. Semangat nulisnya :)
ReplyDeleteterimakasih sabahat atas sarannya
DeleteInspiratif banget:)
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i semoga bermanfaat yaa
Deletejangn ksih kendor ukh📌
ReplyDeleteterimakasih shabati atas supportnya
DeleteMantap lur
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i semoga bermanfaat
DeleteMantap. Keren bener
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i semoga bermanfaat
DeleteMantul yog😊👍🏻👍🏻
ReplyDeleteterimakasih sahabati semoga bermanfaat
DeleteKeren & sangat inspiratif kisahnya👍, mungkin koreksinya, perlu ada beberapa perbaikan kata karena ada beberapa yang kurang sesuai. Salam literasi!
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i aatas kritik dan sarannya. salam literasi
DeleteMantab dah 👍
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i semoga bermanfaat
DeleteMantab kak, jadi tau definisi cinta yang sebenarnya.
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i semoga bermanfaat ya
DeletemashaAllah, bahasa yang enak buat dibaca ditambah cerita romantis yang keren bgt. such a skill, two thumbs up 👍👍 saya tunggu tulisan tulisan selanjutnya hehe
ReplyDeleteterimakasih sahabati atas supportnya hehe
DeleteMasyaAllah Tabarakallah
ReplyDeleteterimakasih sahabat/i atas doanya, semoga bermanfaat
DeleteKeren kak.
ReplyDeleteJdi referensi cinta:)
terimakasih sahabat/i semoga bermanfaat
DeleteMasyaAllah bagus kak,Ditunggu tulisan selanjutnya :)
ReplyDeleteterimakasih sahabati atas supportnya, semoga bermanfaat
DeleteCerita yang asyik. Sesuai dengan zaman sekarang. Pembawaan yang mudah di pahami di berbagai golongan.
ReplyDeleteMantab. Lanjutkan!!!
Keren banget kak.di tunggu tulisan selanjutnya ya.sukses selalu
ReplyDeleteMasya Allah bagus sekali, bacaan mudah dipahami dan sangat relate dengan kejadian" saat ini. Sukses trs kak
ReplyDeleteUwu, uwu banget :(
ReplyDelete